Puisi

Lingkungan dalam Puisi

Lautan berubah menjadi daratan. Kincir anginpun ikut andil adanya energi

LRB 4 Juni 2009 Dari sisi mana hendak dipandang Dari arah mana kalau ditatap Dari jalan mana, jika hendak menyeberang Tangan-tangan beramai bersuara TIDAK Kakipun berjinjit ringan tunggang langgang Berlari terbirit-birit cari perlindungan Tinggalkan anak cucu dalam kebingungan, ketakutan Yach…… Keserakahan telanjur bertandang Menghuni ruang-ruang impian Sisakan kehampaan yang turun temurun. Semuanya, tengah berdesak-desak cari selamat bak rakyak jelata tengah ...

Read More »

Kenangan Saat Kuliah S2 di UNNES (2007-2009)

berempat bersama  Kiki, Ratna, Ulfa saat S2 di Unnes. Sebuah kenangan nan indah

Menunggu  di Gedung G 21 24 April 2009   Satu-satu meluruh.. Satu-satu  terjatuhkan.. Terhitung, kemudian lenyap ditikungan, berbelok Mari berlari kencang menjemput. barangkali tertemukan bau wangi yang lewat. Tersingkirkan semak belukar menghadang. Tersibak rerimbun dedaunan, jadi penghalang Menutup bayang-bayang Diantara lembah-lembah perbukitan Manakala berbicara seputar kemungkinan   andai berlenggang.. manakala berlalu.. adakah .. akankah menghampiri.. Tentu seribu sapa kan mendekat ...

Read More »

ANALISIS DALAM KECAMUK PUISI

Mengukir Sejarah bersama teman S3 UNY saat di Jakarta

  ANALISIS 23 Mei 2013 Meski bukan pujangga, Aku harus mahir merangkai kata Meski bukan sastrawan Aku harus dapat bercerita Meski bukan empu Aku harus bisa mengasah pena Waktu sepekan, menjadi tonggak sejarah masa depan Waktu sepekan, berjuta cerita terkumpulkan Kan kutorehkan tinta Mengukirnya dalam banyak kalimat mendeskripsi menjadi narasi menggalang cerita. Sungguh. Bagai air bah yang melaju Harus sigap ...

Read More »

RESEARCH DALAM PUISI

Menatap, ntuk merenda masa depan.

TRIANGULASI 30 April 2013   Kualitas diri, bukan karena gengsi. Jati diri, terkoneksi mimpi, berbuah dedikasi   Dialog pada banyak teman, Pada harapan yang diangan, citakan masa depan.   Doa dipanjangkan, ikhtiar ditebarkan, kesungguhan dibenamkan.   Dari ragam muasal dimulai, segenap kekuatan dijalani, berbagai cara diawali.   Ditelusuru, direduksi, diidentifikasi. Diurai, dideskripsi, jadilah narasi, Disertasi.     MIXED METHOD April ...

Read More »

PELANGI NEGERIKU (Maret 2012)

menebar senyum pada sesama adalah sodaqoh

  Pelangiku.. Pelangi.. “Pelangi-pelangi Alangkah indahmu Merah, kuning hijau Dilangit yang biru Pelukismu agung Siapa gerangan Pelangi-pelangi ciptaan Tuhan”   Pelangi pluralitas, Pelangi keberagaman Pelangi keanekaan Budaya, agama, etnis jadilah pelangi negeri Nuansa rukun-damai ekspresi romantisme memancar   Satu, saudara, solidar adalah kunci aplikasi aura linieritas. Terangkum dalam rangkai-merangkai: persatuan, persaudaraan,  solidaritas, Luruhkan pernik-pernik pluralitas, terkoneksikan 4 pilar, terangkai: Janji ...

Read More »

PUISI UNTUKMU PEREMPUAN.

Ka'bah. I Love U.
Aku rindu.

  TIGA. Nop 2005   Kekasih, Tlah kupijakkan kaki ini, mengikuti tapas kakimu. Tilasan menempel persis ditapakku yang kecil. kuikuti ayun langkahmu, menyibak belukar cinta terpendam. Kuhisap bau nafasmu, Biar.biarlah meresap dirongga tubuhku.   dua hati berujar: Berkata lirih tentang senandung cinta. bertutur ramah, ketika makna diri terkupas. bercerita mesra, manakala kasih sayang terengkuh.   Kekasih, Kutatap jernih, dari kejernihan ...

Read More »

PUISI UNTUKMU BUNDA

Umur manusia sudah ditentukan oleh-NYA. manusia tidak bisa menentukan kapan akan dipanggil oleh Allah.  Kini hanya bisa menghadirkan rindu setelah tiada. Salam takzim untuk ayahanda dan Ibunda tercinta di Jannatin Naim. Amin

 TIGA PULUH TUJUH. Mei 2006   Allah, ya Robby. Bayi ini lahir tanpa pernah berharap. Menjadi anak. Jangankan setelah besar. rahasiaMU tersimpan. Do’a bunda meluncur usai menghadapMU. Berharap : Akhlak karimah. Sentuhan kalimah toyyibah. Teralun ayat-ayat suci.   Berkumandang gema Ilahi. Desah dzikir, memujiMU. Memang hanya milikMU. Satu. Satu. Ihtiar mengiringi, setiap langkah-langkah pasti. Senyum bunda. Juga bapa. Sederat harap ...

Read More »

PUISI-PUISI RINDU.

Rindu sangat lekat dengan keberanian. Berina menerjang hambatan. Merah sangat dekat dengan keberanian.

ENAM. Nof 05   Secuil pertolongan adalah selaksa keberkahan. Setetes butir  air segunung kenikmatan. seperti Rajut laba-laba yang tiada arti, tlah selamatkan nyawa Rusululloh. Lelap tidur dan bongkahan batu, selamatkan endapan aqidah yang tertancap disanubari, dari generasi muda Islami. Kerikil-kerikil kecil terlempar, porak porandakan kemusrikan. Kehausan materi, melemahkan nilai tinggi. Hancur lantakkan, tinggallah hati-hati suci.   Sekelebat kehadiranmu, tertancap semangat ...

Read More »

PUISI-PUISI KESUCIAN

Ka'bah Telah menghipnotis cinta. 
Selalu ingn hadir kembali. Rindu untuk menemuinya lagi. Tada lain karena kepada Allah SWT.

DUA. OKT 06   Allah, ya Robby. Engkau Cahaya di atas Cahaya. secuil cahayaMU kudamba. seberkas sinarMU menembus dada.   Allah Ya Robby Langkahkan kaki ini, ntuk mampu meniti sirothol MustaqimMU Tuntunlah tangan ini, menggapai magfirohMU Bersihkan hati ini, dari iri dengki yang hendak singgah Jernihkan pikiran ini, hingga mampu menangkap ilmuMU yang tak terhingga. Tajamkan telinga ini, agar mendengar ...

Read More »

PUISI-PUIS DUA PEREMPUAN.

Kaca mata hitam, agar memandang yang buruk tak kelihatan. Sehingga akan selalu memandang bahwa semua adalah baik.

DUA PULUH EMAT.   Apil 2006   Pakaian ini bernama compang-camping. adakah, tersirat kata “SENGAJA?” Langkah ini tidak maju juga tidak sedang mundur. Ini namanya “RAGU-RAGU”. Yang ini bulat ataukah lonjong. pasti kan berujar “ BINGUNGKAH?” Kau bilang pagar ini tinggi. Tapi aku bilang pendek. Ya,  dinding ini tidak putih juga bukan coklat. bukankah karena “KOTORAN?” Ketika pintu kau buka, akupun ...

Read More »

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com