Lingkungan dalam Puisi

Lautan berubah menjadi daratan. Kincir anginpun ikut andil adanya energi

Lautan berubah menjadi daratan. Kincir anginpun ikut andil adanya energi

LRB

4 Juni 2009

Dari sisi mana hendak dipandang

Dari arah mana kalau ditatap

Dari jalan mana, jika hendak menyeberang

Tangan-tangan beramai bersuara TIDAK

Kakipun berjinjit ringan tunggang langgang

Berlari terbirit-birit cari perlindungan

Tinggalkan anak cucu dalam kebingungan, ketakutan

Yach……

Keserakahan telanjur bertandang

Menghuni ruang-ruang impian

Sisakan kehampaan yang turun temurun.

Semuanya, tengah berdesak-desak cari selamat

bak rakyak jelata tengah antri memburu sejumput nasi

Satu-satu nyawa dipertaruhkan,

Hargapun ditimbang setara dan berimbang.

Ntuk hasilkan sebuah perubahan.

Rembesan digagas,

mengisi rongga-rongga pori

Membuka lipatan-lipatan jalan

Kelak semua kan merasakan

 

Mangrove

10 Juni 2009

 

Akarmu tajam, menghujan bumi

Jadikan gunung-gunung, agar kokoh berdiri

Jadikan penyangga-penyangga ini agar tegar, tak goyah

Luapan amarahpun mereda sendiri

O, Mangrove

Kalau mereka tak lihat, pasti tlah kuambil akarmu

Hendak kubuat jadi tiang-tiang rumahku

Dan kuukir agar menarik pelancong, yang  membelimu dengan dolar-dolar

Juga kurapikan agar dapat jadikan pelepas kepenatan seharian.

Kesemuan tlah lewati persendian

Bersatu dalam merahnya darah

Mengalir diseluruh sel-sel

Jadikan yel-yel kebanggaan

Slogan-slogan kekinian tlah jadi raja

Merambah kesegenap penjuru

Menggkoordinir bagai koor kebangsaan.

Bila semua tlah tertumpah,

Bila semua tlah mengganas

Baru manusia tersadarkan.

O, Mangrove

Trasa sulit tangan ini menjamahmu. Memelukmu,

Jumlahmu dapat kuhitung

Mahluk-mahluk kecil yang biasa bertandang diselangkang-selangkangmu

Semakin rindu mencarimu

Meraba-raba hanya dapatkan puing-puing beton

Yang tak miliki iba. Terkapar. Terpanggang. Hanyut tak berimba.

Semua sedang mencari-cari, namun tak tahu apa yang hendap dicari.

Tuhan, bukakan pintu magfirohMU

Akan kubuka lembaran-lembaran tersisa.

Semua tlah binasa.

 

 Degradasi.

10 Juni 2009

 

Ilmu ini terdapatkan saat belajar kimia organik

Terkupas tuntas manakala sampai Protein

Inspirasi ini membawaku mengembara,

menjelajah perjumpaan-perjumpaan yang tertata.

Disetiap pertemuan, satu-satu luruhkan perpisahan

Kebersamaan akhirkan degradasi,

Aku tak ingin berpolemik, berbantah-bantahan.

perseteruan habiskan energi.

biarkan berjalan apa adanya.

karna persaksian hanya milik perseorangan.

Andai, degradasi terjadi, pada pertautan yang bermula,

Kemudian berpecah belah, sisakan serpihan-serpihan cinta,

dan terbiarkan tercecer dipembaringan;

Saat mimpi pertemuan menjelma

Membuka lembaran-lembaran terendapkan,

Dari simpangan-simpangan waktu yang melaju.

Cairkan kebekuan cinta membara.

Bisikkan nada-nada melodi, bangkitkan asa yang terkubur.

O penjelajah mimpi,

O Pengembara mimpi,

sampirkan selendang penghubung.

Biar kaki-kaki kecil ini meniti, menuju tujuan.

Dialog ALAM

6 juli 2009

 

Alam tlah lama mengajak bercengkrama

Terlahir semenjak diadakan

munculkan menejemen transaksi, tata kelola,

agar termakmurkan jagat.

Terisi nilai, tersiratkan visi-misi.

Tercanangkan program

Tersalurkan hasrat

Terkungkung keserakahan.

Duhai alam,

Semenjak pentautan salam perjanjian

Terjagalah kebersamaan.

Buat komitmen

tersebarkan berita kebahagiaan

Harapkan, makna menebar

menambah harmoni keindahanmu

Terpancar dari diri, rebah rendahkan badan,

tebarkan salam puji-pujian.

Yang hanya milikNYA.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com