LOST GENERATION. OLEH: ENY WINARYATI

Bersama generasiku sebuah pilihan

Bersama generasiku
sebuah pilihan

 

Sebagai landasan awal, marilah kita simak firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’ ayat 9 :

وَ اْليَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ

Artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”

Seorang pujangga Mesir yang bernama Syekh Mustofa Al-Ghalayaini lewat sebuah syairnya yang indah pernah berkata :

اِنَّ فىِ يَدِ السُّبَّانِ اَمْرَ اْلاُمَّةِ وَفىِ اَقْدَامِهَا حَيَاتَهَا

“Sesungguhnya di tangan pemudalah letaknya suatu ummat, dan di kaki merekalah terdapat kehidupan ummat” 

 

Lost Generation adalah istilah untuk menggambarkan suatu kelompok manusia dengan rentang usia tertentu yang kurangmampu, sebagai  akibat pengalaman generasinya.  Kata ini untuk pertama kalinya  dipopulerkan oleh Ernest Hemingway. Bermula dari seorang pemilik bengkel di Paris yang jengkel pada pekerjanya karena tidak mampu memperbaiki dengan baik mobil seorang pelanggan.  Pekerja tersebut baru kembali dari perang yang lama, sehingga kemampuannya tidak cukup untuk memperbaiki mobil tersebut.

Dalam perkembangannya sekarang ini,  istilah lost generation sering digunakan dalam bidang gizi dan kesehatan.  Akibat buruknya asupan gizi dalam rentang waktu tertentu, termasuk akibat makanan olahan dengan penyedap yang sangat disenangi oleh anak-anak usia sekolah, akan berdampak munculnya lost generation.

 

Kajian artikel ini lebih menitik beratkan lost generation yang penyebab dan dampaknya terkait dengan gizi, kesehatan, sosial, politik dan pendidikan. Pemikiran ini didasarkan dari beberapa berita, kejadian, dan permasalahan yang marak dewasa ini. Lost generation yang terjadi berdampak penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam satu generasi akibat penurunan kualitas fisik, kecerdasan atau intelligence quotient (IQ), mental/psikis, sosial dan spritual. Jika hal ini dibiarkan dalam rentang waktu yang panjang, dapat menyebabkan kehancuran bangsa ini. Sangat tepat bila kita katakan  “INDONESIA DALAM BAHAYA”.

 

Pintu terjadinya lost generation banyak dan beragam. Beberapa waktu terakhir ini kita disuguhkan aneka sajian informasi yang membuat merinding, treyuh, sedih, marah yang bercampur jadi satu. Berita pemerkosaan yang menempatkan perempuan sebagai yang tertindas terutama karena kelemahan fisik yang dimilikinya. Berita narkoba yang menjadikan remaja/pemuda sebagai sasaran yang paling diharapkan, karena kurangnya pengalaman hidup, rasa ingin tahunya yang tinggi, dan kurang memiliki pengetahuan yang cukup untuk menolak. Pada beberapa daerah masih ditemukan berita gizi buruk, rendahnya sanitasi, dan  kesehatan yang kurang baik. Sementara itu politik menyuguhkan berita yang menempatkan “Kemenangan ada pada pemiliki kekuasaan”.

 

Praktek korupsi menempatkan peringkat Indonesia pada peringkat 88 dari 168 di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand (Corruption Perception Index/CPI,  2015). Nilai 0 berarti terkorup dan 100 berarti paling bersih. Skor rata-rata tahun ini adalah 43. Indonesia menempati peringkat ke 88 dengan skor CPI 36, di bawah rata-rata.

Persoalan jumlah penduduk dikaitkan dengan perimbangan tingkat pendidikan memberikan gambaran yang tidak seimbang. Jumlah penduduk Indonesia 255,993,674 Jiwa, peringkat tiga setelah China, India dan Amerika Serikat. Survey ini dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). OECD merupakan organisasi internasional yang menganut ekonomi pasar bebas. Hasil survey yang OECD lakukan ini berdasarkan pada hasil tes di 76 negara yang menunjukan hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi, melalui tes PISA. Tes PISA merupakan studi internasional tentang prestasi membaca, matematika dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun. Tes PISA tahun 2015, menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 76 negara yang ikut berpartisipasi.

 

Jumlah kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data BPS Tahun 2013 mencatat masih ada sekitar 28,55 juta (11,47%) dari 248,8 juta penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS, September 2013) jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 4.704.870 jiwa atau 14,44 % dari total penduduk Jawa Tengah. Dimensi kemiskinan terkait dengan miskin kesehatan masih menunjukkan fenomena yang belum/tidak menggembirakan. Permasalahan-permasalahan kesehatan di Jawa Tengah diantaranya: (1) Minimnya Akses Informasi Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi; (2)  Meningkatnya angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) di Jawa Tengah tahun 2014 sebanyak 711 jiwa, pada th 2015 sebanyak 611 angka kematian; (3) Masih Tingginya Angka Gizi Buruk Pada Balita; (4) Demografi Lansia Yang Tinggi; (5) Masih Rendahnya Akses Layanan Pencegahan Kanker; (6) Kuatnya Stigma Negatif terhadap Kelompok Gangguan Jiwa. Problem kesehatan lainnya yang kini menjadi fenomena di Indonesia adalah menyangkut persoalan Epidemi HIV/AIDS di masyarakat. Pada tahun 2014 ditemukan kasus HIV di Indonesia sebanyak 32.711 kasus dengan kasus pada laki-­laki sebanyak 19.244 (58.83%) dan perempuan sebanyak 13.467 (41.17 %) kasus. Di Jawa Tengah HIV/AID sudah menyebar di 35 Kabupaten/Kota dan 34 %  korbannya adalah ibu rumah tangga.

 

Berbagai persoalan di atas, bila dihubungkan degan jumlah pengguna ponsel telah melebihi jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan data tahun 2015 (https://www.goodnewsfromindonesia.org/2016/01/21/data-terbaru-ternyata-jumlah-ponsel-di-indonesia-melebihi-jumlah-populasi,Kamis, 21 Januari 2016), disampaikan bahwa jumlah pemakai ponsel di Indonesia saat ini telah mencapai 281,9 juta orang. Jumlah penduduk pada tahun 2015 adalah 254,5 juta (BPS 2015). Jumlah tersebut menggambarkan bahwa setiap orang di Indonesia memgang ponsel sebanyak 1,11 unit. Hal ini berarti setiap orang memiliki ponsel lebih dari satu. Selain sisi positifnya, dampak negatifnya juga sangat banyak. Sebagian remaja kita belum mampu menggunakan dan memilah penggunaan ponsel untuk hal-hal yang lebih berarti.

 

Sementara itu pegguna teknologi internet di Indonesia  dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Pengguna tertinggi adalah pemuda. Masyarakat Indonesia mempermudah komuniasi kehidupannya dengan menggunakan Handphone dengan berbagai fasilitas kemudahan. Pada 2016 akan ada 65,2 juta pengguna smartphone (internet). Data menarik lainnya adalah bahwa secara hitungan populasi, total jumlah pengguna internet baru merupakan generasi lebih tua (40-59 tahun) yang mencapai 28,3%. Sementara 69,3% merupakan generasi muda dengan rentang umur diantara 20 sampai 39 tahun.

Internet merupakan salah satu sumber belajar karena kemudahan mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.

Masalah Narkoba, telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu jalur utama penyelundupan narkoba. Kompas 17 Juni 2015 memberikan data bahwa jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun 2014.  Hal ini berarti  1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun 2015. Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, shabu dan ekstasi. Jenis narkoba tersebut sangat terkenal bagi pelajar/mahasiswa, pekerja, dan rumah tangga. Sebagian besar penyalahgunaan berada pada kelompok coba pakai terutama pada kelompok pekerja. Alasan penggunakan narkoba karena pekerjaan yang berat, kemampuan sosial ekonomi, dan tekanan lingkungan teman kerja merupakan faktor pencetus terjadinya penyalahgunaan narkoba pada kelompok pekerja. Preside Jokowi menyampaikan bahwa setiap hari ada 50 orang materi karena Narkoba, dan beliau juga menyampaikan bahwa Idonesia Darurat Narkoba.

 

Kasus Pemerkosaan pada beberapa waktu terakhir ini membuat miris bagi yang mendengarnya. Menurut Catatan Tahunan 2016 Komnas Perempuan, dari kasus kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual berada di peringkat kedua, dengan jumlah kasus mencapai 2.399 kasus (72%), pencabulan mencapai 601 kasus (18% dan sementara pelecehan seksual mencapai 166 kasus (5%).

 

Berdasarkan berbagai pemaparan persoalan di atas bahwa  INDONESIA DALAM DARURAT . Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera diatasi maka Lost Generation akan terjadi.  Penyebab timbulnya generasi yang hilang seperti buruknya gizi, kesehatan, pendidikan, pembinaan masyarakat, ekonomi, dan politik, memberi dampak perilaku bagi masyarakat.  Lost generation memberikan dampak penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM), meliputi penurunan kualitas fisik, psikis/mental   dan kecerdasan atau intelligence quotient (IQ), spiritual. Dampak yang muncul adalah turunnya nilai-nilai karakter seperti:  buruknya rasa kekeluargaan, tenggang rasa, sikap tolong menolong, lunturnya kejujuran, rendahnya rasa malu.

Pendidikan di sekolah, masyarakat, keluarga bersatu padu. Berbagai permasalahan di atas  secara hukum alam atau Sunnatullah pasti kelak akan melahirkan suatu lost generation yang lemah, tidak berkarakter, tidak produktif, dan tidak dapat menjawab tantangan zaman.  Bahkan, mereka akan jadi beban masyarakat yang memperburuk law and social order. Ramadhan ini adalah kesempatan untuk meneruskan upaya perbaikan kita yang konsepsional dan sungguh-sungguh, agar generasi muda  bukan bagian dari lost generation itu.  Naudzubillah.

Genarasi muda harus diselamatkan dari lost generation. Beberapa ayat Al Qur’an  telah memberikan penjelasan bahwasanya pemuda harus diselamatkan. Diantaranya adalah:

  1. Wajibnya penanaman aqidah bagi generasi muda.

 

 

Dalam ayat yang mulia ini, Allah mengisahkan perjuangan para pemuda dalam mempertahankan keimanan mereka dalam keadaan yang amat sulit di tengah-tengah kaum mereka. Mereka terusir dari tengah-tengah kaum mereka, tapi mereka konsekwen dengan keimanan mereka sehingga Allah memberikan rahmat dan petunjuk kepada mereka dalam keadaan yang amat sulit tersebut. Allah mengabadikan kisah mereka sebagai ibroh bagi para pemuda setelah mereka,  dimana kerusakan yang terjadi dalam kaum mereka tidak menggoyahkan keimanan mereka.

  1. Selalu memgasah keimanannya

Diperkuat surat Yunus: 83, Yusuf: 36.

  1. Mengisi waktu dengan aktivitas positif.

Mengisi masa muda dengan segala aktivitas baik keilmuan maupun keimanan telah dipesankan oleh Rasulullah  dalam sabda Beliau:“Pergunakanlah yang lima sebelum datang masa yang lima; Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu”. (HR Hakim no 7846).

Dari hadits ini dapat kita simpulkan betapa pentingnya masa muda untuk dipergunakan untuk segala hala yang positif. Karena dimasa muda keadaan tubuh seorang manusia dalam masa yang sangat sempurna dalam segala hal, baik dari segi fisik maupun kekuatan inteligensia, begitu juga dalam hal menghadapi tantangan dan rintangan.

Maka selayaknyalah para generasi muda untuk benar-benar menyadari betapa penting usia muda mereka. Bahwa usia muda adalah saatnya untuk menggali dan menggembangkan segala potensi diri dalam menyacari ilmu dan pengalaman yang sesungguhnya, baik hal duniawi maupun ukhrawi

  1. Membina pengalaman spiritualnya.

Pemuda yang membina pengalaman spritualnya dengan penuh keimanan merupakan salah satu dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat di Padang Mahsyar, di saat jarak matahari dengan kepala manusia  hanya sejengkal. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah r dalam sabda Beliau;“Ada tujuh golongan, Allah menaungi mereka di bawah naungan-Nya, pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya; Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan penuh ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling berkasih-sayang di jalan Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah karena-Nya, dan laki-laki yang diajak oleh wanita bangsawan lagi cantik (untuk melakukan maksiat), maka ia menjawab: Sesungguhnya aku takut kepada Allah dan laki-laki yang bersedekah lalu disembunyikannya sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya dan laki-laki yang mengingat Allah di kesunyian (malam) sampai ia meneteskan air mata”. (HR Al Bukhary no 629 dan Muslim no 1031).

  1. Jangan mendekati Zina

Dari Abu hurairah t dari nabi r beliau bersabda: “Telah ditetapkan tehadap anak Adam bagianya dari zina, ia mendapai hal itu tanpa bisa mengelak. Zina kedua mata adalah pandangannya, zina dua telinga adalah pendengarannya, zina lidah adalahbicaranya, zina tangan adalah rabahannya, zina kaki adalah langkahnya, hati berkehendak sedangkan kemaluan yang membuktikan hal itu atau mendustakannya”. (H.R. Muslim)

Dari abu Sa’id Alhudrit bahwasannya Rasulullah r  bersabda: “Janganlah seorang laki-laki melihat  aurat lak-laki lain demikian pula halnya dengan perempuan. Dan jangan lah seorang laki-laki bersama dengan laki-laki lain dalam satu selimut, demikian pula halnya dengan perempuan.”

  1. Memilih teman yang baik

Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

 

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al Furqan: 27-29).

  1. Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

 

 

PUISI LOST GENERATION

 

Al Qur’an tlah kisahkan:

Perbincangan antara Nuh dengan Kan’an anaknya

Pada saat  air bah semakin pelahan meninggi,

Nuh mwmnggil Kan’an anaknya

Kanan tak hiraukan panggilan bapaknya.

Ia  berlari kencang menuju bukit

Berlari terus naik ke gunung.

Pengikutnya adalah orang-orang kafir.

Sementara Nuh dalam perahunya, bersama kaum muslimin yang patuh dan taat.

Memanggil Kan’an dengan suara parau dan lantang

Tanpa lelah dan  tiada henti memanggilnya.

“Hai anakku, naiklah ke kapal  bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”

Kesombongan Kan’an antarkan pada karakter Lost Generation.

Air bah tlah pisahkan satu tautan darah, antara ayah dan anak.

 

 

Putra Adam:  Habil dan Qabil, menjadi ibroh bagi diri.

Qabil berebut yang bukan haknya.

Iri, dengki tlah merasuk bersatu dalam darah,

berdenyut penuh kemurkaan pada setiap nadinya.

“Aku pasti kan membunumu, hai Habil”

Suara lantang Qabil, lebih murka dari pada cinta dan kasih sayang pada saudara.

Suara Habil bergetar menjawab penuh ketundukkan:

“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

Hawa nafsu Kabil menjadikannya membunuh saudaranya,  jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepada Kabil bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya.

 

Sebuah pelajaran burung antarkan beribu penyesalan.

Berkata Kabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini?”Barulah Qabil mengubur mayat Habil.

Penyesalan datang terlambat. Darah amarah tlah antarkan Qabil pada neraka jahannam.

Fenomena Lost Generation antarkan evaluasi diri.

 

 

ST GENERATION

Oleh; ENY WINARYATI

 

Sebagai landasan awal, marilah kita simak firman Allah SWT dalam surat An-Nisa’ ayat 9 :

وَ اْليَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ

Artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.”

Seorang pujangga Mesir yang bernama Syekh Mustofa Al-Ghalayaini lewat sebuah syairnya yang indah pernah berkata :

اِنَّ فىِ يَدِ السُّبَّانِ اَمْرَ اْلاُمَّةِ وَفىِ اَقْدَامِهَا حَيَاتَهَا

“Sesungguhnya di tangan pemudalah letaknya suatu ummat, dan di kaki merekalah terdapat kehidupan ummat” 

 

Lost Generation adalah istilah untuk menggambarkan suatu kelompok manusia dengan rentang usia tertentu yang kurangmampu, sebagai  akibat pengalaman generasinya.  Kata ini untuk pertama kalinya  dipopulerkan oleh Ernest Hemingway. Bermula dari seorang pemilik bengkel di Paris yang jengkel pada pekerjanya karena tidak mampu memperbaiki dengan baik mobil seorang pelanggan.  Pekerja tersebut baru kembali dari perang yang lama, sehingga kemampuannya tidak cukup untuk memperbaiki mobil tersebut.

Dalam perkembangannya sekarang ini,  istilah lost generation sering digunakan dalam bidang gizi dan kesehatan.  Akibat buruknya asupan gizi dalam rentang waktu tertentu, termasuk akibat makanan olahan dengan penyedap yang sangat disenangi oleh anak-anak usia sekolah, akan berdampak munculnya lost generation.

 

Kajian artikel ini lebih menitik beratkan lost generation yang penyebab dan dampaknya terkait dengan gizi, kesehatan, sosial, politik dan pendidikan. Pemikiran ini didasarkan dari beberapa berita, kejadian, dan permasalahan yang marak dewasa ini. Lost generation yang terjadi berdampak penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam satu generasi akibat penurunan kualitas fisik, kecerdasan atau intelligence quotient (IQ), mental/psikis, sosial dan spritual. Jika hal ini dibiarkan dalam rentang waktu yang panjang, dapat menyebabkan kehancuran bangsa ini. Sangat tepat bila kita katakan  “INDONESIA DALAM BAHAYA”.

 

Pintu terjadinya lost generation banyak dan beragam. Beberapa waktu terakhir ini kita disuguhkan aneka sajian informasi yang membuat merinding, treyuh, sedih, marah yang bercampur jadi satu. Berita pemerkosaan yang menempatkan perempuan sebagai yang tertindas terutama karena kelemahan fisik yang dimilikinya. Berita narkoba yang menjadikan remaja/pemuda sebagai sasaran yang paling diharapkan, karena kurangnya pengalaman hidup, rasa ingin tahunya yang tinggi, dan kurang memiliki pengetahuan yang cukup untuk menolak. Pada beberapa daerah masih ditemukan berita gizi buruk, rendahnya sanitasi, dan  kesehatan yang kurang baik. Sementara itu politik menyuguhkan berita yang menempatkan “Kemenangan ada pada pemiliki kekuasaan”.

 

Praktek korupsi menempatkan peringkat Indonesia pada peringkat 88 dari 168 di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand (Corruption Perception Index/CPI,  2015). Nilai 0 berarti terkorup dan 100 berarti paling bersih. Skor rata-rata tahun ini adalah 43. Indonesia menempati peringkat ke 88 dengan skor CPI 36, di bawah rata-rata.

Persoalan jumlah penduduk dikaitkan dengan perimbangan tingkat pendidikan memberikan gambaran yang tidak seimbang. Jumlah penduduk Indonesia 255,993,674 Jiwa, peringkat tiga setelah China, India dan Amerika Serikat. Survey ini dilakukan oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). OECD merupakan organisasi internasional yang menganut ekonomi pasar bebas. Hasil survey yang OECD lakukan ini berdasarkan pada hasil tes di 76 negara yang menunjukan hubungan antara pendidikan dan pertumbuhan ekonomi, melalui tes PISA. Tes PISA merupakan studi internasional tentang prestasi membaca, matematika dan sains siswa sekolah berusia 15 tahun. Tes PISA tahun 2015, menempatkan Indonesia pada peringkat 69 dari 76 negara yang ikut berpartisipasi.

 

Jumlah kemiskinan di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data BPS Tahun 2013 mencatat masih ada sekitar 28,55 juta (11,47%) dari 248,8 juta penduduk Indonesia. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS, September 2013) jumlah penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 4.704.870 jiwa atau 14,44 % dari total penduduk Jawa Tengah. Dimensi kemiskinan terkait dengan miskin kesehatan masih menunjukkan fenomena yang belum/tidak menggembirakan. Permasalahan-permasalahan kesehatan di Jawa Tengah diantaranya: (1) Minimnya Akses Informasi Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi; (2)  Meningkatnya angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) di Jawa Tengah tahun 2014 sebanyak 711 jiwa, pada th 2015 sebanyak 611 angka kematian; (3) Masih Tingginya Angka Gizi Buruk Pada Balita; (4) Demografi Lansia Yang Tinggi; (5) Masih Rendahnya Akses Layanan Pencegahan Kanker; (6) Kuatnya Stigma Negatif terhadap Kelompok Gangguan Jiwa. Problem kesehatan lainnya yang kini menjadi fenomena di Indonesia adalah menyangkut persoalan Epidemi HIV/AIDS di masyarakat. Pada tahun 2014 ditemukan kasus HIV di Indonesia sebanyak 32.711 kasus dengan kasus pada laki-­laki sebanyak 19.244 (58.83%) dan perempuan sebanyak 13.467 (41.17 %) kasus. Di Jawa Tengah HIV/AID sudah menyebar di 35 Kabupaten/Kota dan 34 %  korbannya adalah ibu rumah tangga.

 

Berbagai persoalan di atas, bila dihubungkan degan jumlah pengguna ponsel telah melebihi jumlah penduduk Indonesia. Berdasarkan data tahun 2015 (https://www.goodnewsfromindonesia.org/2016/01/21/data-terbaru-ternyata-jumlah-ponsel-di-indonesia-melebihi-jumlah-populasi,Kamis, 21 Januari 2016), disampaikan bahwa jumlah pemakai ponsel di Indonesia saat ini telah mencapai 281,9 juta orang. Jumlah penduduk pada tahun 2015 adalah 254,5 juta (BPS 2015). Jumlah tersebut menggambarkan bahwa setiap orang di Indonesia memgang ponsel sebanyak 1,11 unit. Hal ini berarti setiap orang memiliki ponsel lebih dari satu. Selain sisi positifnya, dampak negatifnya juga sangat banyak. Sebagian remaja kita belum mampu menggunakan dan memilah penggunaan ponsel untuk hal-hal yang lebih berarti.

 

Sementara itu pegguna teknologi internet di Indonesia  dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan. Pengguna tertinggi adalah pemuda. Masyarakat Indonesia mempermudah komuniasi kehidupannya dengan menggunakan Handphone dengan berbagai fasilitas kemudahan. Pada 2016 akan ada 65,2 juta pengguna smartphone (internet). Data menarik lainnya adalah bahwa secara hitungan populasi, total jumlah pengguna internet baru merupakan generasi lebih tua (40-59 tahun) yang mencapai 28,3%. Sementara 69,3% merupakan generasi muda dengan rentang umur diantara 20 sampai 39 tahun.

Internet merupakan salah satu sumber belajar karena kemudahan mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.

Masalah Narkoba, telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu jalur utama penyelundupan narkoba. Kompas 17 Juni 2015 memberikan data bahwa jumlah penyalahguna narkoba diperkirakan ada sebanyak 3,8 juta sampai 4,1 juta orang yang pernah memakai narkoba dalam setahun terakhir (current users) pada kelompok usia 10-59 tahun di tahun 2014.  Hal ini berarti  1 dari 44 sampai 48 orang berusia 10-59 tahun masih atau pernah pakai narkoba pada tahun 2014. Angka tersebut terus meningkat dengan merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Puslitkes UI dan diperkirakan pengguna narkoba jumlah pengguna narkoba mencapai 5,8 juta jiwa pada tahun 2015. Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah ganja, shabu dan ekstasi. Jenis narkoba tersebut sangat terkenal bagi pelajar/mahasiswa, pekerja, dan rumah tangga. Sebagian besar penyalahgunaan berada pada kelompok coba pakai terutama pada kelompok pekerja. Alasan penggunakan narkoba karena pekerjaan yang berat, kemampuan sosial ekonomi, dan tekanan lingkungan teman kerja merupakan faktor pencetus terjadinya penyalahgunaan narkoba pada kelompok pekerja. Preside Jokowi menyampaikan bahwa setiap hari ada 50 orang materi karena Narkoba, dan beliau juga menyampaikan bahwa Idonesia Darurat Narkoba.

 

Kasus Pemerkosaan pada beberapa waktu terakhir ini membuat miris bagi yang mendengarnya. Menurut Catatan Tahunan 2016 Komnas Perempuan, dari kasus kekerasan terhadap perempuan, kekerasan seksual berada di peringkat kedua, dengan jumlah kasus mencapai 2.399 kasus (72%), pencabulan mencapai 601 kasus (18% dan sementara pelecehan seksual mencapai 166 kasus (5%).

 

Berdasarkan berbagai pemaparan persoalan di atas bahwa  INDONESIA DALAM DARURAT . Hal ini jika dibiarkan dan tidak segera diatasi maka Lost Generation akan terjadi.  Penyebab timbulnya generasi yang hilang seperti buruknya gizi, kesehatan, pendidikan, pembinaan masyarakat, ekonomi, dan politik, memberi dampak perilaku bagi masyarakat.  Lost generation memberikan dampak penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM), meliputi penurunan kualitas fisik, psikis/mental   dan kecerdasan atau intelligence quotient (IQ), spiritual. Dampak yang muncul adalah turunnya nilai-nilai karakter seperti:  buruknya rasa kekeluargaan, tenggang rasa, sikap tolong menolong, lunturnya kejujuran, rendahnya rasa malu.

Pendidikan di sekolah, masyarakat, keluarga bersatu padu. Berbagai permasalahan di atas  secara hukum alam atau Sunnatullah pasti kelak akan melahirkan suatu lost generation yang lemah, tidak berkarakter, tidak produktif, dan tidak dapat menjawab tantangan zaman.  Bahkan, mereka akan jadi beban masyarakat yang memperburuk law and social order. Ramadhan ini adalah kesempatan untuk meneruskan upaya perbaikan kita yang konsepsional dan sungguh-sungguh, agar generasi muda  bukan bagian dari lost generation itu.  Naudzubillah.

Genarasi muda harus diselamatkan dari lost generation. Beberapa ayat Al Qur’an  telah memberikan penjelasan bahwasanya pemuda harus diselamatkan. Diantaranya adalah:

  1. Wajibnya penanaman aqidah bagi generasi muda.

 

 

Dalam ayat yang mulia ini, Allah mengisahkan perjuangan para pemuda dalam mempertahankan keimanan mereka dalam keadaan yang amat sulit di tengah-tengah kaum mereka. Mereka terusir dari tengah-tengah kaum mereka, tapi mereka konsekwen dengan keimanan mereka sehingga Allah memberikan rahmat dan petunjuk kepada mereka dalam keadaan yang amat sulit tersebut. Allah mengabadikan kisah mereka sebagai ibroh bagi para pemuda setelah mereka,  dimana kerusakan yang terjadi dalam kaum mereka tidak menggoyahkan keimanan mereka.

  1. Selalu memgasah keimanannya

Diperkuat surat Yunus: 83, Yusuf: 36.

  1. Mengisi waktu dengan aktivitas positif.

Mengisi masa muda dengan segala aktivitas baik keilmuan maupun keimanan telah dipesankan oleh Rasulullah  dalam sabda Beliau:“Pergunakanlah yang lima sebelum datang masa yang lima; Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum datang masa kematianmu”. (HR Hakim no 7846).

Dari hadits ini dapat kita simpulkan betapa pentingnya masa muda untuk dipergunakan untuk segala hala yang positif. Karena dimasa muda keadaan tubuh seorang manusia dalam masa yang sangat sempurna dalam segala hal, baik dari segi fisik maupun kekuatan inteligensia, begitu juga dalam hal menghadapi tantangan dan rintangan.

Maka selayaknyalah para generasi muda untuk benar-benar menyadari betapa penting usia muda mereka. Bahwa usia muda adalah saatnya untuk menggali dan menggembangkan segala potensi diri dalam menyacari ilmu dan pengalaman yang sesungguhnya, baik hal duniawi maupun ukhrawi

  1. Membina pengalaman spiritualnya.

Pemuda yang membina pengalaman spritualnya dengan penuh keimanan merupakan salah satu dari tujuh golongan yang mendapatkan naungan dari Allah pada hari kiamat di Padang Mahsyar, di saat jarak matahari dengan kepala manusia  hanya sejengkal. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah r dalam sabda Beliau;“Ada tujuh golongan, Allah menaungi mereka di bawah naungan-Nya, pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya; Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan penuh ketaatan kepada Allah, laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, dua orang yang saling berkasih-sayang di jalan Allah, keduanya bertemu karena-Nya dan berpisah karena-Nya, dan laki-laki yang diajak oleh wanita bangsawan lagi cantik (untuk melakukan maksiat), maka ia menjawab: Sesungguhnya aku takut kepada Allah dan laki-laki yang bersedekah lalu disembunyikannya sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya dan laki-laki yang mengingat Allah di kesunyian (malam) sampai ia meneteskan air mata”. (HR Al Bukhary no 629 dan Muslim no 1031).

  1. Jangan mendekati Zina

Dari Abu hurairah t dari nabi r beliau bersabda: “Telah ditetapkan tehadap anak Adam bagianya dari zina, ia mendapai hal itu tanpa bisa mengelak. Zina kedua mata adalah pandangannya, zina dua telinga adalah pendengarannya, zina lidah adalahbicaranya, zina tangan adalah rabahannya, zina kaki adalah langkahnya, hati berkehendak sedangkan kemaluan yang membuktikan hal itu atau mendustakannya”. (H.R. Muslim)

Dari abu Sa’id Alhudrit bahwasannya Rasulullah r  bersabda: “Janganlah seorang laki-laki melihat  aurat lak-laki lain demikian pula halnya dengan perempuan. Dan jangan lah seorang laki-laki bersama dengan laki-laki lain dalam satu selimut, demikian pula halnya dengan perempuan.”

  1. Memilih teman yang baik

Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628)

 

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al Furqan: 27-29).

  1. Menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

 

 

bersama ananda tercinta

bersama ananda tercinta

PUISI LOST GENERATION

 

Al Qur’an tlah kisahkan:

Perbincangan antara Nuh dengan Kan’an anaknya

Pada saat  air bah semakin pelahan meninggi,

Nuh mwmnggil Kan’an anaknya

Kanan tak hiraukan panggilan bapaknya.

Ia  berlari kencang menuju bukit

Berlari terus naik ke gunung.

Pengikutnya adalah orang-orang kafir.

Sementara Nuh dalam perahunya, bersama kaum muslimin yang patuh dan taat.

Memanggil Kan’an dengan suara parau dan lantang

Tanpa lelah dan  tiada henti memanggilnya.

“Hai anakku, naiklah ke kapal  bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”

Kesombongan Kan’an antarkan pada karakter Lost Generation.

Air bah tlah pisahkan satu tautan darah, antara ayah dan anak.

 

 

Putra Adam:  Habil dan Qabil, menjadi ibroh bagi diri.

Qabil berebut yang bukan haknya.

Iri, dengki tlah merasuk bersatu dalam darah,

berdenyut penuh kemurkaan pada setiap nadinya.

“Aku pasti kan membunumu, hai Habil”

Suara lantang Qabil, lebih murka dari pada cinta dan kasih sayang pada saudara.

Suara Habil bergetar menjawab penuh ketundukkan:

“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam.”

Hawa nafsu Kabil menjadikannya membunuh saudaranya,  jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi.

Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepada Kabil bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya.

 

Sebuah pelajaran burung antarkan beribu penyesalan.

Berkata Kabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini?”Barulah Qabil mengubur mayat Habil.

Penyesalan datang terlambat. Darah amarah tlah antarkan Qabil pada neraka jahannam.

Fenomena Lost Generation antarkan evaluasi diri.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com