PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI : Antara Harapan dan Realita. (1) Oleh: Eny Winaryati.

 

Kesehatan reproduksi adalah kemampuan wanita hidup dari masa adolesen, perkawinan, sampai dengan kematian, dengan proses reproduktif, harga diri, dan proes persalinan yng sukses, serta relatif bebas dari penyakit ginekologis dan resikonya. (Evan,Jl. 1987). Menurut Fathalla (1988) kesehatan reproduksi berarti: a. Kemampuan untuk bereproduksi serta mengatur fertilitas menggunakan pengetahuan tentang konsekwensi individu dan sosial terhadap setiap keputusan tersebut; b. kemampuan melampaui proses persalinan dengan aman; c kelangsungan kesehatan ibu dan anak setelah melewati kehamilan yang sukses. Sedang menurut Germain dan Anthrobus (1989), kesehatan reproduksi adalah kemampuan untuk menikmati hubungan sekual tanpa rasa takut terkena infeksi, kehamilan yang tidak dikehendaki, mengatur fertilitas tanpa resiko yang tidak menyenangkan atau efek samping yang berbahaya, melalui kehamilan atau persalinan dengan aman, membesarkan dan merawat anak yang sehat.

DSC_7108      Setelah seorang wanita melampaui masa anak-anak dan memasuki masa reproduksi (remaja) yang merupakan periode awal perjalanan dari kesehatan reproduksi, maka pengetahuan tentang kesehatan reprodui menjadi hal yang sangat penting; agar ketika memasuki  masa sebagai wanita dewasa, tidak mengahadapi persoalan yang mengancam kehidupannya dan generasi yang dilahirkannya.

Memberi bekal untuk remaja putri agar mereka mampu menghadapi berbagai gejolak kehidupan sebenarnya tidaklah mudah. Hal ini didukung adanya kecenderungan, bahwa remaja merasa tidak cukup nyaman curhat sama orang tuanya/gurunya, terutama bertanya seputar masalah seks. Berdasarkan data penelitian pada SLTA Negeri di kota Semarang dengan 99 responden, bahwa 64,6 % siswi menyampaikan permasalahan tentang seksiologi kepada teman dan pacarnya.(Eny Winaryati, 2005).  Disamping mencari tahu sendiri melalui majalah, media elektronik, sampai menonton blue film.

Hasil penelitian terhadap siswi putri SMP swasta se kota Semarang dengan jumlah responden 217, didapatkan data bahwa  tingkat pengetahuan kesehatan reproduksinya, sebagian besar berada pada kategori sedang (53,5%) dan kategori kurang (45,2%), hanya (1,4%) berada pada kategori baik. Hal ini sangat memprihatinkan. Padahal pengetahuan menjadi bekal yang mendasar bagi siswi untuk bisa mengambil suatu keputusan  berkenaan dengan Kesehatan Reproduksi. Kurangnya pengetahuan ini   terlihat pada :

  • Pengetahuan siswi berkenaan dengan menstruasi masih minim; hanya 13,4% siswi yang bisa menjawab dengan benar, bahwa menstruasi adalah luruhnya sel telur yang tidak dibuahi. 60,8% menjawab tidak tahu tentang siklus menstruas.  Siklus menstruasi dimulai dari hari pertama menstruasi, dan berbeda untuk setiap wanita. Rata-rata seklus menstruasi adalah 28 hari; pada beberapa kasus, bisa terjadi 20 hari atau bahkan 45 hari.  (Burns A,dkk 2000). Ada 0,9% menjawab setuju untuk melakukan hubungan intim saat menstruasi, dan 17,1% tidak tahu. Selebihnya mengatakan tidak boleh berhubungan intim pada saat menstruasi, dengan alasan menjijikkan, kesehatan, dan diharamkan oleh agama. Tidak boleh melakukan hubungan intim pada saat menstruasi karena darah haid bercampur dengan udara dan bakteri. Sehingga membersihkan bagian kewanitaan secara bersih dari arah depan kebelakang untuk mencegah menyebarnya bakteri yang berasal dari dubur, adalah wajib. Allah SWT menegaskan tentang darah haid ini dalam Al Qur’an. ”Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, haid itu penyakit. Maka ,jauhilah wanita  sedang haid dan jangan dekati mereka sampai mereka suci” (Al-Baqoroh 222). Rata-rata wanita mengalami sekitar 500 kali haid seumur hidupnya. Haid ini berhenti secara bertahap atau tiba-tiba saat seorang wanita mencapai usia kurang lebih 50 tahun,hal ini yang disebut menoupose/mati haid.(At-Tharsyah, Adnan,2001).
  • Sebagian besar siswi 83,4% telah dapat menjawab bahwa proses kehamilan terjadi karena adanya hubungan intim lelaki dengan perempuan, yang ditandai dengan bergabungnya sel mani pria dengan sel telur wanita. Hal yang sangat ironis bahwa ada 16,6%, mengatakan bahwa berpegangan tangan, berpelukan dapat menyebabkan kehamilan, sebagiannya tidak tahu. 86,6% pernah mendengar Informasi tentang pengguguran Sebagian besar siswi 88% telah mendengar informasi tentang akibat dari kehamilan diluar pernikahan dengan segala resikonya.
  • Keinginan untuk mengetahui informasi tentang seks sebagai sumber pengetahuan (75,6%). Dengan  Alasan penasaran (71,4%), dan tidak tahu  (28,1 %), Informasinya didapatkan dari media informasi (58,1%), Orang Tua/Guru, kakak/saudara, tidak tahu  (41,9%). Kesimpulan yang dapat dipetik bahwa  remaja membutuhkan penyampaian persoalan seputar seks.
  • Secara umum pengetahuan siswi tentang penyakit kelamin, masih kurang; hanya 8,8% yang dapat menyebutkan 2 atau 3 jenis penyakit kelamin. Sebagian besar hanya bisa menyebutkan 1 jenis dan tidak menjawab. Akibat dari penyakit kelamin adalah kematian/kesakitan, kemandulan, dapat menular kepada orang lain (58,6%). Data penelitian lain, pada 99 siswi pada SLTA Negeri di Kota Semarang  11,5 % tidak tahu apa yang dimaksud dengan penyakit kelamin.
  • Siswi yang dapat menjawab bahwa kesehatan reproduksi adalah kesehatan yang berkenaan dengan alat reproduksi wanita hanya (5,1%). Sebagian besar tidak menjawab, dan menjawab kurang tepat. Informasi yang paling diminati dari media adalah permaslahan menstruasi dan seksiologi.
  • Informai tentang Kb hanya 78,3% pernah mendapatkan, selebihnya tidak tahu dan belum pernah. Berkenaan jumlah jenis KB yang diketahui tidak tahu dan kurang dari 2 jenis (65,5%).

Setelah menyimak berbagai hal diatas maka perlunya dilakukan koordinasi dan komunikasi antar berbagai pihak sehingga dapat ditemukannya suatu solusi yang tepat sasaran.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com