“LONG LIFE EDUCATION”, Coy…….…. (Oleh Eny Winaryati)

Si Coy, tersenyum, saat melihat poster besar bertuliskan “long Life Education”.  Dibawah tulisan ini terpampang  gambar seorang ibu sedang hamil, menggendong bayi sambil menyusui, anak kecil belajar jalan, anak sedang sekolah sambil memanggul tas di punggungnya,  remaja sedang membaca buku, seorang guru sedang mengajar, seorang simbah sedang mengaji.

Satu per satu gambar itu diamatinya dengan lekat-lekat. Tampaknya  si Coy mencoba mengkaitkan tulisan “long life education” dengan gambar. Diartikannya kata demi kata, long  artinya panjang, life maksudnya hidup,  education  berarti pendididkan.  Kembali dia memandang gambar, sembari bergumam: “apa maksudnya ya ?”.

IMG20160506160524

Terlihat matanya berkedip-kedip,  tanda sedang memeras otak dan berfikir. Ooo…tampaknya si Coy ingat, bahwa susunan kalimat bahasa Inggris berlawanan dengan bahasa Indonesia.  “Berarti aku mesti memulai membahasnya dari pendidikan, hidup dan panjang, donk”, gumamnya.  Ditulisnya kata kunci itu dalam suatu kertas, untuk ditanyakan pada gurunya. Sembari tersenyum si Coy bertanya: “Pak guru, apa maksud dari pendidikan, hidup dan panjang?.

Pendidikan asal kata didik. Proses aktif mendidik. Menghasilkan wujud didikan (anak didik yang terdidik).  Bukan pembelajaran, dengan proses aktifnya adalah belajar, tetapi menghasilkan didikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan pasti pembelajaran, sedang pembelajaran tidak mesti pendidikan. Karena goal-nya adalah peserta didik yang terdidik.

Alhasil, sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan lembaga pembelajaran. Sehingga ketika mendidik, terjadi tranformasi knowledge  (pengetahuan)-pun melalui kaidah–kaidah pendidikan, berkelanjutan agar tidak hanya dipahami, namun dapat diekspresikan (diwujud nyatakan) dalam  kehidupan sehari-hari, sebagai wujud pembelajaran yang bermakna. Harapannya agar dihasilkan peserta didik yang berkarakter. Seperti yang diidolakan oleh semua orang dewasa ini.

Hidup adalah suatu proses yang  dinamis. Seperti  Yahya yang artinya HIDUP; adalah satu-satunya nama yang diberikan Allah, untuk anak Nabi Zakaria.  Anak yang diharapkan dapat meneruskan ke-Rasulannya. Anak yang sejak sebelum dilahirkan, telah diharapkan menjadi anak yang progressive (progresif/maju). Anak yang memiliki motivasi/dorongan yang kuat untuk belajar, kreatif dan visioner (memiliki visi ke depan jangka panjang) agar dapat bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara. Anak yang  brilliant (pandai), dengan sederet akhlak yang karimah, karena telah tertanam dalam kesehariannya nilai-nilai luhur.

Hidup tidak hanya sekedar bisa makan, minum dan bernafas. Hidup adalah kesungguhan, selalu ingin belajar dan belajar. Hidup bukan untuk main-main, karena semua kelak kan dipertanggung jawabkan di hadapan Ilahi Robby.

Panjang adalah proses tiada henti, kontinu, dan berkesinambungan. Itulah sebabnya proses pendidikan dimulai sejak masih dalam kandungan, seorang ibu makan makanan yang halal dan thoyyib,  selalu berdoa untuk keselamatan semuanya. Saat bayi dilahirkan, selalu diberikan ASI diiringi dendang lagu yang Islami. Saat masa kanak-kanak telah dididik agar menjadi anak yang sholeh, dididik untuk selalu menegakkan sholat (bukan mengerjakan). Beranjak dewasa, dapat membawa diri, tidak mudah tergoda oleh nafsu sahwat yang menggiurkan. Saat bekerja, dapat dipercaya dan jujur. Manakala berumah tangga, dan menjadi orang tua, dapat mendidik anaknya  dengan penuh dedikasi dan bertanggung jawab. Menjadi  nenek/kakek yang enerjik  dan tidak pikun, karena selalu menggunakan akal pikirnya untuk belajar, bekerja dan beribadah.

????????????????????????????????????

Saat berfoto di  TK “HAKIM” Rembrant Amsterdam

Ya, long Life Education memberikan pemahaman bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup. Semampang jantung masih berdetak, kaki dapat melangkah, tangan dapat meneteskan tinta, mata mampu membaca, telinga dapat menangkap ilmu, hidung masih dapat menghisap oksigen (O2); berarti proses belajar masih tetap berlangsung. Ya, belajar tidak mengenal waktu, dan tidak dibatasi oleh ruang. Kapan saja dan di mana saja, kita harus selalu belajar, mencari banyak pengalaman. Jika anak dididik dari hasil proses pendidikan yang baik dan benar, maka kelak dia akan mendidik anaknya dengan baik dan benar. Itulah sebabnya  pendidikan berlangsung sepanjang kehidupan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com