Relevansi Fungsi Perpustakaan dalam Implementasi Permendiknas No. 39 bagi Guru Pasca Sertifikasi. (oleh: Eny Winaryati)

Permendiknas No.39 Tahun 2009 diantaranya berisikan tentang tugas tambahan guru sebagai kepala perpustakaan paling sedikit 12 jam tatap muka dalam 1 minggu. Bila dikaji lebih mendalam,  tugas sebagai kepala perpustakaan, dikaitkan dangan fungsi perpustakaan, dan tuntutan di era globalisasi, sesungguhnya sangat relevan.

7

Guna memenuhi beban kerja guru, sebagaimana diamanatkan dalam PP No. 74 Tahun 2008, pemerintah kembali  meluncurkan regulasi baru yaitu  Permendiknas No.39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan. Dalam Permendiknas ini dikemukakan tentang  ketentuan bagi guru yang tidak dapat memenuhi  beban kerja.  Peraturan ini juga mengamanatkan kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kab’Kota dan Kanwil Depag dan Kandepag  untuk dapat menyelesaikan rencana kebutuhan dan redistribusi guru, baik pada tingkat satuan pendidikan maupun kabupaten/kota,  paling lama  2 tahun setelah diberlakukannya peraturan ini (pasal 5 ayat 2). Pada pasal 1 ayat 1 tertuliskan bahwa beban kerja guru paling sedikit ditetapkan 24 jam tatap muka dan paling banyak 40 jam tatap muka dalam 1  minggu.  Ayat 4 berisikan bahwa beban mengajar guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan pada satuan pendidikan adalah paling sedikit 12 jam tatap muka dalam 1 minggu.

Tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan sesungguhnya tidaklah ringan. Kepala perpustakaan harus memiliki kemampuan untuk mengarahkan, menggerakkan dan membina tenaga perpustakaan untuk bekerja secara efektif dan efisien; merencanakan, melaksanakan, mengembangkan, mengevaluasi dan memantau   program dan anggaran perpustakaan; melaksanakan pengembangan sumber daya perpustakaan dan koleksi perpustakaan; memiliki pengetahuan mengenai penerbitan dan berbagai sumber informasi, memiliki penguasaan dan pengembangan teknologi informasi; bekerja sama dengan guru dan stakeholders. Memiliki wawasan kependidikan, pengembangan kurikulum yang berlaku; memfasilitasi peserta didik untuk belajar mandiri; memberikan bimbingan literasi informasi; memiliki, kompetensi manajerial; membangun hubungan sosial dan komunikasi. Kapabilitas kepala perpustakaan menurut peraturan menteri pendidikan nasional RI no. 25 tahun 2008 tentang standar tenaga perpustakaan sekolah/madrasah, disampaikan bahwa tugas kepala perpustakaan harus berkualifikasi serendah-rendahnya D4 atau Sarjana; memiliki sertifikat kompetensi pengelolaan perpustakaan dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah; masa kerja minimal 3 tahun.

Tugas diatas dipertegas lagi dalam UU No 43 Th 2007 tentang lima fungsi dasar  perpustakaan yang meliputi pendidikan, penelitian, pendokumentasian, informasi, dan rekreasi. Menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 0103/O/1981, tanggal 11 Maret 1981, perpustakaan sekolah mempunyai fungsi sebagai:  pusat kegiatan belajar-mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan seperti tercantum dalam kurikulum sekolah, memperjelas dan memperluas pengetahuannya tentang suatu pelajaran di kelas, pusat penelitian sederhana yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas dan imajinasinya, pusat membaca buku-buku yang bersifat rekreatif dan mengisi waktu luang (buku-buku hiburan). Perpustakaan juga menyediakan akses ke sumber daya lokal, regional, nasional dan global. Bagi guru berkenaan dengan kabutuhannya dalam penelitian, fungsi perpustakaan yang lengkap dengan pengelolaan yang profesional akan sangat mendukung.

Guna merealisasikan hal diatas dituntut penyelenggaran perpustakaan sekolah yang profesional, terorganisir, dikelola sesuai standar profesional. Ketersediaan jasa informasi hendaknya dapat diakses oleh semua anggota komunitas sekolah dan masyarakat. Kerjasama antar seluruh komponen harus dapat diciptakan. Tugas menejerial guru sebagai kepala perpustakaan, adalah memenej mahluk hidup juga benda mati (buku/informasi) dengan sirkulasi hariannya. Bila ditilik berkenaan dengan unsur-unsur dalam organisasi perpustakaan maka tugas kepala perpustakaan sangat banyak. Unsur organisasi perpustakaan adalah kepala perpustakaan (unsur pimpinan), petugas tata usaha perpustakaan (unsur pembantu pimpinan), pelaksana terdiri atas (petugas pengadaan/pengolahan bahan pustaka), petugas pelayanan (sirkulasi dan referensi), petugas penyuluhan/pemasyarakatan, petugas penelitian dan pengembangan. Bentuk pendayagunaan murid pada sosialisasi informasi ke masyarakat dapat direalisir melalui sahabat perpustakaan.

Tugas tambahan ini menjadi semakin komplek, terlebih di era globalisasi. Perkembangan perpustakaan dari zaman ke zaman yang sangat fleksibel mengikuti kemajuan yang ada. Di era globalisasi ini sinergitas antara ilmu perpustakaan dan ilmu informasi menjadi tidak terpisahkan. Terjadilah pergeseran tugas pustakawan dari mengelola buku menjadi mengelola informasi. Di era teknologi informasi, saat muncul TIK, termasuk munculnya jaringan Internet, kebebasan dalam mengakses informasi, terjadi lagi penambahan tugas pustakawan dengan pengelolaan pengetahuan atau lebih dikenal dengan knowledge management.

(DITULIS TAHUN 2009)

5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com