Model Pembelajaran Berbingkai “ POTENSI LOKAL” (OLEH: ENY WINARYATI)

Dewasa ini potensi daerah/lokal, belum didayagunakan dan dikembangkan secara maksimal oleh guru/sekolah. Hasil penelitian diperoleh data, bahwa sebagian besar guru masih kesulitan untuk mengkreasi pembelajaran berbasis potensi lokal. Olehkarenanya perlu dirancang suatu model pembelajaran yang dapat mengadopsi potensi lokal daerah dalam proses pembelajaran, yang menarik dan menyenangkan. Model pembelajaran seperti ini sangat relevan dengan program pemerintah seperti KKN Vokasi, KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, dan program Kemensos tentang pemberdayaan fakir miskin melalui Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS).  Harapannya dapat  memunculkan fanatisme yang kuat, rasa ingin tahu dan daya imajinasi yang tinggi pada guru dan murid, untuk mengembangkan dan memajukan daerahnya. Potensi lokal meliputi kelebihan dan persoalan. jika potensi positif maka perlu ditingkatkan, sedang potensi negatif diatasi dan diselesaikan. Kesemuanya dapat terlaksana bila didukung melalui sinergitas instansi terkait di kabupaten/kota setempat.

Pendidikan harus mampu menjawab berbagai persoalan, dengan cara pendekatan metode belajar yang mendekatkan peserta didik pada “ dunia secara utuh” sehingga dapat memahami suatu masalah dalam konsteks yang luas dan komprehenshif. Pendekatan yang dilakukan terhadap proses pembelajaran harus berorientasi pada siswa (student centered approach) atau pembelajaran active learning.

eny 16

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa, pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan, dan kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Bupati/walikota dapat mengatur jadwal pelaksanaan Permen No. 22 dan 23 tahun 2006 serta permen 49 tahun 2014. Permen 22 tahun 2006 diantaranya memberi dorongan untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Permen 23 tahun 2006 mensyaratkan perlunya menghubungkan muatan lokal dalam pembelajaran. Pesert didik akan mengetahui, mencari dan menerapkan berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal, untuk membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan potensi local. Permen 49 tahun 2014 juga mnyampaikan bahwa proses pembelajaran diharapkan dapat mendorong terbentuknya pola pikir yang komprehensif dan luas dengan menginternalisasi keunggulan dan kearifan lokal maupun nasional.

Keragamanan potensi daerah/karakteristik daerah merupakan  laboratorium untuk lebih memahami dan menguasai pengetahuan tentang potensi daerah yang dimiliki, serta menjadikan potensi daerah  sebagai salah satu sumber pembelajaran. Tujuan dari konsep ini adalah agar generasi penerus didaerah memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengelola potensi daerah secara mandiri, kreatif dan produktif. Sebaik-baiknya generasi penerus  adalah mereka yang mampu berkarya unggul untuk membangun dan mengembangkan setiap potensi yang ada didaerahnya secara proposional dan berkelanjutan. Dewasa ini, banyak generasi muda yang belum dapat memaksimalkan potensi daerah yang ada untuk dikembangkan, bagi kepentingan kelangsungan hidupnya.  Pemerintah melalui program pendidikan yang sekarang dikembangkan dengan memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global, diharapkan dapat ikut memberikan kontribusi penyelesaian masalah yang ada.

Melalui tulisan ini, yang ingin penulis sampaikan adalah bagaimana agar potensi yang dimiliki baik positif (kelebihan) maupun negatif (kekurangan), dapat diketahui, dipahami, dilaksanakan, dan dikembangkan agar diperoleh suatu kemanfaatan. Selama ini yang telah dilaksanakan dan terinci dalam KTSP, adalah mapel mulok. Potensi daerah melalui pembelajaran yang terintegrasi dari semua mata pelajaran, belum dioptimalkan. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) menuntut kemampuan guru yang kreatif,  cerdas, inovatif, memiliki kepekaan  terhadap potensi yang ada di daerah, serta meresponnya melalui kepasitas keilmuan yang dikuasainya untuk diimplementasikannya dalam proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Baik guru maupun murid akan memiliki keterpanggilan untuk lebih mendalami lagi potensi lokal yang ada di daerahnya. Melalui mulok yang dikembangkan selama ini, murid hanya tahu satu atau dua dari potensi yang ada. Maka perlu dicari suatu  pendekatan pembelajaran yang dikemas dalam suatu model pembelajaran. Harapannya peserta didik dapat mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya, memiliki bekal kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan yang memadai mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

Persoalannya adalah bagaimana pemerintah daerah/kotamadya memfasilitasi sekolah untuk mengaktualkan potensi daerah dalam kurikulum pendidikannya?.  Melalui sinergitas dari instansi terkait yang ada menyusun media informasi yang lengkap dan utuh dari berbagai potensi yang dimiliki, dikemas sebagai aset wisata lokal. Media informasi ini oleh sekolah (dalam hal ini adalah guru), melalui dinas terkait, dapat menjadi laboratorium pembelajaran. Karena sesungguhnya potensi daerah adalah laboratorium, yang selama ini belum banyak didayagunakan oleh sekolah. Oleh karenanya perlu disusun suatu model pembelajaran yang dapat mengikat secara kuat agar memiliki fanatisme yang tinggi, pada seluruh komunitas sekolah terhadap potensi daerahnya. Semua mata pelajaran dapat terintegrasi dalam bingkai “potensi lokal”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com