KETIMPANGAN PERAN GENDER DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT (OLEH:ENY WINARYATI).

Gender berasal dari bahasa inggris yang berarti jenis kelamin. Namun jenis kelamin di sini bukan seks secara biologis, melainkan sosial budaya dan psikologis. Gender diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku. Gender adalah suatu konsep kultural yang berupaya membuat pembedaan (distinction) dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat (Women’s Studies Encyclopedia).

eny 7

Perjuangan umat manusia dalam mencapai kesetaraan gender telah berlangsung secara revolusioner hingga mencapai suatu gerakan dunia yang kini disebut pengarusutamaan gender (PUG) adalah perwujudan dari komitmen global penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia (HAM). Berkaitan dengan kesamaan kesempatan dan perlakuan bagi laki-laki dan perempuan dalam melaksanakan peran-peran politik, ekonomi, pendidikan, sosial dan  budaya dalam kehidupan masyarakat dan rumah tangga

Perbedaan gender melahirkan ketimpangan (gender inequalities) baik bagi kaum laki-laki dan terutama bagi perempuan. Hal ini dapat dilihat dari realita yang  ada. Hasil penelitian penulis tentang perbedaan peran gender dalam keluarga dan masyarakat pada guru laki-laki dan perempuan Sekolah Dasar di Wilayah Kecamatan Tembalang Kota Semarang, ditemukan adanya ketimpangan gender yang terjadi.

Ketimpangan gender terjadi berkenaan dalam akses pendidikan. Tingkat pendidikan guru laki-laki, pada tingkat sarjana (46,4%), lebih tinggi dibanding perempuan (40,9%), guru perempuan lebih tinggi pada tingkat diploma yakni guru perempuan (55%), sedang guru laki-laki (46,4%). Terjadinya ketimpangan ini disebabkan karena kesempatan untuk kuliah bagi guru laki-laki relatif lebih longgar. Guru perempuan manakala akan kuliah lagi, harus berfikir ulang. Mengingat persoalan pekerjaan rumah menjadi sebuah persoalan yang harus menjadi tanggungjawabnya.

            Realita diatas juga senada dengan tingkat pendidikan pasangan guru (suami maupun istri), tergambarkan bahwa pendidikan suami relatif lebih tinggi. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa tingkat pendidikan suami pada semua tingkat pendidikan relatif lebih tinggi dibanding istri. Suami yang berpendidikan S2 (8%), istri (4%), suami yang sarjana (28%), sedang istri (21%), pendidikan suami yang lulusan diploma (7%) dan istri (5%), suami yang berpendidikan SLTA (50%) dan istri (46%), untuk pendidikan suami yang lulusan SD maupun SLTP tidak ada, sementara istri SD (4%), SLTP (7%).  Hal senada juga dengan yang tersiratkan, bila kita lihat data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi antara lain:  Angka Melek Huruf dan Rata-rata lama sekolah untuk Jawa Tengah tahun  2006/2007, berdasarkan dari pendataan dengan menggunakan data terpilah didapatkan data: angka melek huruf tahun 2006 laki-laki (92,7%), perempuan (83,9%), tahun 2007 laki-laki (93,4%), sedang perempuan (84,0%). Rata-rata lama sekolah tahun 2006 laki-laki (7,4 tahun) perempuan (6,3 tahun), sedang tahun 2007 laki-laki (7,3 tahun) dan perempuan (6,2 tahun).

Berkenaan dengan pekerjaan rumah tangga (RT) antara persepsi dan realita tidak sama. Pada persepsi pekerjaan RT tidak ditemukan adanya ketimpangan gender, dengan disampaikannya bahwa pekerjaan RT menjadi tanggung jawab bersama. Namun realita di lapangan yang terjadi adalah bahwa urusan RT menjadi tanggung jawab seorang ibu. Pekerjaan harian yang harus dilakukan oleh ibu meliputi:  pendidikan anak, memasak, mengurus suami, mencuci, menyiapkan makanan, menyuapi, mengajari belajar anak, membersihkan rumah.  Hal yang sangat kontradiksi adalah ketika penulis menanykan tentang permasalahan keuangan keluarga, diperoleh gambaran bahwa permasalahan keuangan atau ekonomi keluarga menjadi tanggung jawab bersama. Gambaran ini tersampaikan baik secara persepsi maupun realita. Realita yang terjadi baik pada keluarga guru perempuan maupun guru laki-laki diproleh data bahwa prosentasi pekerjaan pada rumah tangga, beban  istri lebih banyak dibandingkan dengan suami.  Prosentase suami lebih tinggi pada jenis pekerjaan memperbaiki perabotan rumah. Padahal kegiatan ini bukan merupakan pekerjaan harian. Data selengkapnya tertera pada tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1. Prosentase beban pekerjaan dalam keluarga.

 

Guru laki-laki    (%) Guru perempuan (%)
Istri 34 33
Anak 13 10
pembantu 4 5
Suami 20 15
Saudara 2 1
Lainnya 27 36

 

Berdasarkan data tergambarkan bahwa prosentase pekerjaan ibu lebih tinggi dibanding pada bapak. Baik pada keluarga guru perempuan maupun guru laki-laki. Padahal ibu juga bekerja.

Secara konsep/persepsi guru perempuan dan guru laki-laki menyampaikan kesamaan dalam kegiatan kemasyarakatan. Suami guru perempuan mendorong istrinya (ibu guru) untuk aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Guru perempuan maupun Istri sebenarnya juga mempunyai keinginan untuk aktif dan terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Namun  realitanya guru perempuan merasakan tidak cukup waktu untuk terlibat aktif. Karena tuntutan perkerjaan rumah tangga dan pengurusan anak menjadi tanggung jawab yang tidak bisa terlepas dari kewajibannya.  Hal ini mengindikasikan bahwa antara persepsi dengan realita ditemukan adanya perbedaan. Karena pada realita ditemukan adanya ketimpangan peran gender.  Demikian juga yang terjadi pada keluarga pasangannya. Guru laki-laki memberikan kesempatan kepada istrinya untuk aktif terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Namun ibu (istri) kurang meresponnya karena beban pekerjaan dirumah telah menyita waktu dan tenaga.

Sebagian besar guru laki-laki (64%), mengatakan tidak terjadi dikriminasi dalam berbagai bidang, kenyataannya guru perempuan merasakan diskriminasi itu baik yang terjadi ditempat kerja (sekolah) maupun dirumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian diatas, maka perlu dilakukan pelatihan tentang peran gender pada guru laki-laki di lingkungan sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com