Melestarikan Aset Muhammadiyah Melalui MDLN (OLEH: ENY WINARYATI).

Data, dokumen dan informasi yang dimiliki oleh Muhammadiyah, jika tidak segera dilestarikan, maka hanya akan menjadi kenangan indah bagi pemiliknya. Hilang bersama pelakunya, manakala telah tiada. Melalui Muhammadiyah Digital Library Network (MDLN), aset Muhammadiyah ini dapat dimenej.  Perwujudan  MDLN akan dapat memberikan kontribusi  Muhammadiyah dalam melestarikan ASET BUDAYA BANGSA.

gdl1

Muhammadiyah telah menapaki sejarah peradaban bangsa Indonesia, dalam usianya 100 tahun (1 abad). Satu abad usia Muhammadiyah sudah lebih dari cukup untuk berperan aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah kamanusiaan, baik dalam lingkup lokal, nasional maupun global.  Realitas dari gerakan Muhammadiyah telah dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Kemanfaatannya terlihat dari banyaknya amal usaha yang dimiliki. Sebuah cita-cita yang dulu didambakan oleh KH Ahmad Dahlan, selangkah demi selangkah, setahap demi setahap mulai diwujudnyatakan. Satu abad bukanlah waktu yang singkat, untuk suatu organisasi yang masih tetap eksis. Hal ini mengindikasikan bagaimana estafeta gerakan di tubuh Muhammadiyah telah berjalan dengan lancar dan mantap, diiringi dengan sistem oganisasi yang solid, melalui mekanisme kerja yang terstruktur. Sendi-sendi gerakan menggeliat dari Sabang sampai Merauke. Muhammadiyah telah mencatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa Indonesia. Muhammadiyah telah memperoleh kemerdekaan dalam berorganisasi sebelum Indonesia Merdeka.  Kemerdekaan dalam berkiprah, menyuarakan keadilan, menegakkan kebenaran, menjunjung nilai-nilai luhur, menancapkan panji-panji suci, dari setiap derap langkah.  Keinginan untuk tampil nan terdepan, tercermin dari setiap warganya. Misi Islam “rahmatan lil ‘alamin” senantiasa terpatri dalam sanubari, terekspresi dalam langkah perbuatan, baik pribadi atau secara bersama. Keterpanggilannya sebagai gerakan Islam Amar Makruf Nahi Munkar serta gerakan tajdid, telah melekat kuat dalam catatan sejarah bangsa. Misi gerakan yang terekspresi dalam setiap program, membutuhkan kejelian dalam mensikapi berbagai persoalan yang ada.

Globalisasi yang melanda dunia telah menggeser peradaban umat manusia secara luar biasa. Terutama  perkembangan Teknologi Informasi (TI). Kemajuan di bidang ini telah membawa perubahan besar dalam cara kita bekerja, melaksanakan bisnis, kegiatan komunikasi, pendidikan dan berbagai layanan publik lainnya. Aliran data dan informasi dapat diperoleh secara lebih cepat dengan keanekaragaman tampilan yang menarik serta luasnya pengguna atau masyarakat dalam mengakses data dan informasi yang disajikan.  Seiring dengan perubahan ini dituntut bagi  Muhammadiyah sebagai suatu organisasi pembaharu yang telah berusia satu abad, merasa terpanggil untuk berperan aktif dalam memajukan organisasi. Di era globalisasi ini, Muhammdiyah dituntut untuk ikut aktif memberikan pencerahan. Kemajuan TI,  mau tidak mau harus dapat didayagunakan oleh Muhammadiyah untuk mendukung dan memperkuat misi gerakan.

Rentang perjalanan Muhammadiyah yang sangat panjang ini, tentu telah banyak tersebar dokumen, data dan informasi   yang dimiliki. Jika dokumen ini masih tersimpan rapi dalam suatu map/buku, maka lambat laun akan binasa, karena dimakan usia. Jika masih tersimpan kuat dalam komputer pribadi, bisa sangat mungkin suatu saat rusak atau hilang. Jika disimpan di almari dan ditata dalam suatu gedung, tentu membutuhkan perawatan yang tidak mudah dan rumit. Sulitnya merunut data/dokumen tentang ke-Muhammadiyah-an, juga  perkembangan Muhammadiyah pada tahun-tahun lalu, mengindikasikan bahwa data ini kurang/tidak termenej dengan baik. Juga kegiatan sosial keagamaan pada awal pendirian Muhammdiyah, gambar gedung milik Muhammadiyah sebelum pemugaran, hasil-hasil keputusan, berita, foto, teks, rekaman pidato/khutbah, tulisan-tulisan baik tangan/cetak, buku, dan dokumen/informasi lainnya. Sulitnya penelusuran informasi diatas, menjadikan keprihatinan kita semua, untuk segera melestarikannya. Keberadaan TI adalah untuk memberikan kemudahan bagi manusia. Oleh karenanya melalui kemanfaatan TI inilah, berbagai informasi/dokumen dapat dilestarikan. Konsep yang sangat tepat adalah melalui Muhammadiyah Digital Library Network (MDLN). Gagasan MDLN didayagunakan untuk mendukung  perjalanan kebesaran, perkembangan, dan kemajuan Muhammadiyah, sehingga dapat dilihat dan dirasakan secara lebih luas, dan cepat di belahan dunia yang terasa semakin sempit tanpa jarak. Perwujudan  MDLN merupakan kontribusi Muhammadiyah dalam pelestarian Aset Budaya Bangsa.

Konsep berjaringan yang akan  digagas adalah networking antara organisasi dengan Amal Usaha  terutama lembaga pendidikan (Sekolah, dan PTM). Melalui berjaringan diharapkan akan terjalin kolaborasi untuk terciptanya simbiosis mutualisma dalam rangka mendukung Muhammdiayah agar lebih dikenal di belahan dunia ini.  Potensi Digital Library Network  Muhammadiyah ini,  akan menjadi   kekuatan yang besar dalam waktu yang akan datang. Data/informasi ini akan selalu melekat kuat dimana dan kapan saja dibutuhkan, selama dunia internet masih ada. Kecanggihan TI ini jika tidak dimenej dengan baik oleh Muhammadiyah, maka dokumen/informasi itu hanya menjadi kenangan indah bagi pemilik-pemiliknya; kemudian lenyap manakala pelaku sejarahnya telah tiada. Gagasan ini, harus segera dimulai, terlebih Muhammadiyah sangat lekat dengan gerakan tajdid/pembaharu. Pemikiran ini selaras dengan kebutuhan dunia pendidikan. Bagi sekolah dan PTM, melalui perpustakaannya, akan memberikan nilai lebih terutama dalam akreditasi. Konsep MDLN sarat dengan muatan pendidikan, penelitian, pendokumentasian, informasi dan rekreasi.

Berkenaan dengan pendokumetasian dalam perjalanannya mengalami tahapan perkembangan yang bermula dari penulisan melalui batu, dan kayu, dan dewasa ini telah berkembang melalui  pemanfaatan komputer. Penyampaian informasipun juga  berkembang sedemikian pesatnya, terlebih di era globalisasi melalui pemanfaatan jaringan internet. Revolusi fungsi perpustakaan telah terjadi dari makna perpustakaan sebagai pusat dokumentasi, ke makna sinergi antara ilmu perpustakaan dan ilmu informasi menjadi Library and Information Science (LIS). Terjadilah pergeseran tugas pustakawan dari mengelola buku menjadi mengelola informsi. Perpustakaan menjadi pusat pengembangan kemampuan berinformasi (information Literate). Pustakawan diharapkan dapat mengelola pengetahuan yang tersedia dalam berbagai sumber daya informasi (knowledge management), sehingga tugas pustakawan  bertambah.  Perpustakaan adalah merupakan salah satu sarana pelestari bahan pustaka (dokumentasi) sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdasakan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pembangunan Nasional.

Melalui suatu jejaringan antara kebutuhan organisasi untuk merefleksikan informasi (data, dokumen, hasil keputusan, berita , dll), dengan kemampuan lembaga pendidikan melalui perpustakaan, segala kebutuhan tersebut diatas akan dapat teratasi. Melalui berjaringan kemudahan-kemuahan akan terbentuk. Tahapat realitas harus segera dirintis, melalui jaringan antara sekolah, PTM dengan lembaga yang dimiliki oleh Muhammadiyah, melalui suatu forum komunikasi. Tahapan kelanjutannya adalah membentuk MDLN melalui strategi program yang disepakati, untuk realisasi operasionalnya. Kegiatan forum PTM se Indonesia telah terbentuk. Namun sinergitas antara forum dengan lembaga Pustaka dan Informasi Muhammadiyah melalui kegiatan yang lebih kongkrit belum terwujud. Masih ada waktu untuk merealisasikannya. MDLN hendaknya dapat dijadikan tonggak sejarah bagi Muhammdiyah untuk ikut memberikan pencerahan peradaban global, melalui pendayagunaannya terhadap kemajuan TI. Masih ada waktu untuk berdiskusi, dan menjadikan MDLN melestarikan aset informasi Muhammadiyah, dan dicanangkan dalam agenda Muktamar. Semoga sukses.  Amin….

Telah dimuat di Suara Muhammadiyah No.04/th ke 95 16-28 Feb 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com tengag.com moviekillers.com